Ibarat mimpi ketimpa durian, Lusi (48), nama samaran si janda kesepian dinikahi Rohim (41), bukan nama sebenarnya. Sejak itu, ibarat pengantin muda, Lusi selalu dibikin rindu dengan sikap suami yang pendiam, tapi tiba-tiba membelikan berlian. Wow.
Ditemui Radar Banten di pasar Ciruas, Rabu (29/6), Lusi sedang berbelanja keperluan dapur. Sambil memilih cabai, ibu dua anak ini malah curhat soal sikap suaminya yang selalu bikin rindu.
Diceritakan Lusi, pertemuan keduanya bermula di acara hajatan teman, karena kondisi hujan dan Lusi pulang sendirian, akhirnya Rohim pun bersedia memberi tumpangan mobilnya. “Itu juga disuruh temennya, dianya mah ngangguk-ngangguk doang,” katanya.
Sepanjang perjalanan dari tempat hajatan sampai rumah, keduanya tak berbicara sama sekali, suasana di dalam mobil hening. Rohim tak bersuara, Lusi pun mau ngomong duluan tapi malu.
Sejak itu, mereka tak pernah ketemu lagi selama sebulan. Lusi juga menganggap biasa dan belum ada perasaan. Tapi ternyata, teman-temannya mencomblangi mereka. Untuk kedua kalinya, Lusi dan Rohim bertemu dan pulang berdua di acara makan-makan.
Saat itu Lusi mulai berani bertanya duluan. Mereka pun untuk pertama kalinya mengobrol banyak hal, mulai dari soal anak, sampai keinginan untuk menikah lagi. “Saya lihat-lihat sih dia ganteng juga,” kata Lusi.
Maklumlah, selain gagah karena bawa mobil, Rohim juga pengusaha beras dan punya sawah. Ia warga asli Cilegon, tapi punya sawah lumayan luas di wilayah Kecamatan Mancak. Gayanya sederhana, tapi masih terlihat keren karena pakai jam tangan dan celana jeans biru kebanggannya.
Lusi sendiri sebenarnya biasa saja, tak terlalu cantik juga. Tapi penampilannya yang rapi, anggun dan elegan, membuatnya terlihat seperti janda berkelas saat itu. Apalagi bodinya juga masih bagus.
Singkat cerita, Rohim akhirnya mengungkapkan niat baiknya untuk meminang Lusi. Mereka menikah dengan pesta amat sederhana, hanya ijab kobul, lalu makan-makan, habis itu selesai. “Gausah dirameinlah, malu sudah tua,” katanya.
Malam pertama mereka pun berlangsung hening, awalnya saling diam, Lusi malu kalau harus mengawali, tapi ia juga resah karena Rohim tak juga membuka obrolan. Padahal lampu kamar sudah dimatikan, jadi kalau pun ada yang memulai duluan, tak begitu jadi persoalan.
Tapi lama kelamaan, Lusi mulai tak sabaran. Saat ia menyalakan lampu kamar, ternyata suaminya sudah terlelap tidur. Yaelah, mungkin Rohim kelelahan tadi siang menerima tamu dari teman dekat dan jaringan pekerjaan yang lumayan banyak yang datang.
Baru seminggu setelah menikah, Rohim seolah ingin melebarkan sayap bisnis pertaniannya. Ia membeli lahan sawah di Pandrglang, jadilah sejak itu ia sering bulak-balik Serang-Pandeglang. “Saya selalu kangen, soalnya dia mah orangnya diem aja, lagi jauh juga enggak ngabarin,” katanya. Loh, pendiam kok bisa ngangenin.
Ternyata eh ternyata, Lusi dibuat sebegitu cintanya pada Rohim, karena diam-diam, tanpa bilang apa pun, Rohim membeli emas untuk Lusi, kalung, gelang, bahkan menyelipkan uang di lemari istri. “Gimana enggak makin sayang coba, dia orang baru di hidup saya, tapi sangat perhatian,” katanya. Ya iyalah selalu rindu, dikasih emas.
Semoga langgeng ya Teh. (drp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
