KONFERENSI PERS: Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahjo Untoro saat memberikan keterangan kepada wartawan.(BAYU/RADAR BANTEN)
CILEGON - Seorang pensiunan polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) diduga melakukan pemukulan kepada tujuh siswa SDN Kranggot, Kota Cilegon, pada Sabtu (27/8). Sejumlah orang yang mengaku orangtua siswa pun melaporkan purnawirawan polisi berinisial YJ tersebut ke Polres Cilegon.
Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahjo Untoro membenarkan, pihaknya menerima laporan dugaan pemukulan tersebut. “Terlapor sudah pensiun,” ujar Eko kepada wartawan di Mapolres Cilegon, Senin (29/8).
Menurut Eko, pihaknya menerima laporan tersebut pada Senin (29/8). Untuk itu, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Kepala SDN Kranggot Rahman menjelaskan, berdasarkan laporan guru, aksi pemukulan tersebut benar terjadi di dalam lingkungan sekolah. “Jadi waktu itu saya lagi pelantikan Pramuka. Laporannya ya memang (ada pemukulan-red) kira-kira begitu. Wali kelasnya melihat kejadian,” ujarnya di SDN Kranggot.
Dijelaskan Rahman, kronologi sebelum pemukulan, beberapa siswa bermain bola atau kucing-kucingan di lapangan sekolah.
Saat bermain itu, ada siswa yang terlibat perkelahian. Satu siswa yang berkelahi dibawa ke kantor guru, namun satu orang lainnya kabur ke luar sekolah.
“Akhirnya disusul lah sama teman-teman yang lain, yang keluar pagar itu, mau dibawa ke kantor mau didamaikan sama guru. Dikiranya di situ itu (pas temannya menjemput-red) berantem, ketemulah Pak Polisi (menyebut YJ-red) itu karena rumahnya deket di situ. Bukannya dilerai secara baik-baik, tapi itu katanya dipukuli,” tuturnya.
Rahman mengaku, menyerahkan kasus tersebut kepada orangtua siswa dan pihak yang terlibat. “Penginnya mah selesai aja, tapi kalau orangtuanya tidak menerima mah kan itu hak orangtua ya. Ya silakan aja, karena sekolah mah enggak terlibat,” tuturnya.
Rahman mengaku sudah mengumpulkan orangtua siswa yang diduga menjadi korban pemukulan. Tujuannya untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Namun, pihak orangtua siswa tetap bersikukuh membawa kasus tersebut ke ranah hukum.
Sementara itu, YJ ketika dikonfirmasi mengaku tidak memukuli siswa SDN Kranggot. Melainkan, katanya, memisahkan siswa yang berkelahi.
“Itu salah itu, jadi informasi awalnya itu mereka pada berantem, saya itu cuma memisahin, bukannya saya mukul, itu mereka pada berantem di deket rumah saya, itu kejadiannya yang aslinya,” ujarnya.
YJ mengakui jika dia mengejar siswa SDN Kranggot hingga ke sekolah. Katanya, dia melakukannya untuk menasihati siswa.
“Ada yang lari ke sekolah, itu yang mukul katanya, saya kejarlah ke sekolah, saya kasih tau kenapa kamu mukul-mukul? Nah, setelah itu saya balik aja, pulang. Baru besoknya orangtua murid katanya dipukul segala macam, ya nggak tau saya, orang enggak ada pemukulan. Kata pihak sekolah, katanya ada oknum perwira polisi mukul katanya, enggak ada lah, orang saya cuma melerai, di jam belajar mereka ini berantem di luar,” tuturnya. (Bam/don)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
