DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

APBD 2023 Direncanakan Rp2,68 T

post-img

SERANG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Serang 2023 direncanakan Rp2,68 triliun untuk sektor pendapatan daerah. Sementara, belanja daerah direncanakan Rp2,88 triliun.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa saat penyam­paian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2023 pada Rapat Paripurna DPRD Kabu­paten Serang, Kamis (29/9). 

Pandji mengatakan, pendapatan daerah Rp2,68 triliun itu terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp839,49 miliar. Nilai itu mengalami penurunan dibanding Tahun 2022 yakni sebesar Rp879 miliar. Kemudian, untuk pendapatan transfer direncanakan Rp1,82 triliun dan pendapatan lain-lain yang sah Rp12,69 miliar.

Pada sektor belanja daerah, pada APBD 2023 direncanakan Rp2,88 triliun. Rinciannya, belanja operasi Rp2,17 triliun, belanja modal Rp211,24 miliar dan belanja tidak terduga Rp5,77 miliar. Dikatakan Pandji, penganggaran belanja daerah sudah disesuaikan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan pengeluaran. Kemu­dian juga memperhatikan hasil dan manfaat serta efesiensi dalam penca­paian hasil kinerja.

Jika melihat rencana pendapatan daerah Rp2,68 triliun dibandingkan rencana belanja daerah Rp2,88 triliun, maka terjadi defisit anggaran Rp199 miliar. Namun, kata Pandji, defisit itu akan tertutupi oleh sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa). 

Ia mengatakan, estimasi APBD 2023 sudah berdasarkan penghitungan yang tepat sesuai dengan potensi daerah. Sehingga, targetnya disesuaikan dengan potensi yang tersedia. 

Pandji opitmistis rencana pendapatan daerah pada 2023 akan tercapai meskipun adanya ancaman resesi global pada tahun 2023. “Kalau pun ada masalah berkaitan dengan gejolak inflasi karena kenaikan harga BBM, kan sudah kita tambal aneka-aneka kebijakan untuk menekan inflasi agar realtif aman. Kita optimis 2023 akan lebih baik dari tahun sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum mengatakan, pihaknya akan membahas Raperda APBD 2023 melalui fraksi-fraksi. Kemudian pandangan dari fraksi-fraksi akan dibahas pada rapat paripurna berikutnya. (jek)